Menulis …


Kuingin terus menulis …

Karena kuingin bermakna dan bermanfaat buat semua …

Dunia hanya sementara …

Kuharap kutinggal jejak langkah indah untuk semua …

Jejak dijalanNya menujuNya…

Kuingin terus menulis …

Agar silaturrahmi terus berjalan dengan semua yang menemui blog ini …

Agar, Allah menambah terus usiaku …

Agar, Allah terus memberiku waktu untuk menabung pundi-pundi amal sebelum maut menjemput,

AAMIIN

Tahajud dan Dhuha


Kami memang ibu rumah tangga yang tinggal di rumah dan tidak punya gaji tetap.

Tapi dengan tinggal di rumah, semoga kami bisa melengkapi ibadah sunnah kami,khususnya Sunnah Rawatib,Dhuha, dan Tahajud.

Kami harap, semoga dengan ibadah sunnah kami yang maksimal, dengan untaian doa indah akan pengharapan keimanan dan limpahan rejeki ya

 

Tanam Pohon Pisang


Alhamdulillah, hari jumat kemarin, akhirnya bibit pisang yang dibawah dari Bone sdh ditanam.Semoga tumbuh subur berkah, buah berlimpah, AAMIIN …

Hari ini, menebar biji anggur dan jeruk … Hehe…PD aja ditanam,walaupun yg namanya musim kemarau rasanya panjang banget

 

Tarbiyah


Salah satu media kami untuk terus belajar islam

image

Malu rasanya


Intinya, Alhamdulillah banget,Allah SWT mempertemukan saya dengan suami di usia 36 tahun. Perjalanan panjang sebuah penantian pendamping hidup sejak usia 22 tahun saya sangat ingin menikah. Ya, penantian selama hampir 15 tahun…

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, suami kiriman Allah SWT, adalah hampir semua jawaban atas doa yang saya pinta padaNya … Rasa syukur yang tak terkira sampai hari ini … Rasa syukur yang membawa keyakinan hati semakin tinggi akan cinta dan kebesaranNya…Allahu Akbar …

Selanjutnya, setelah 1,5 tahun kami menikah? Tentu saja, yang secara kodrati akan ditanyakan adalah bagaimana dengan buah hati dari pernikahan kami…

Sejujurnya, kalau dulu, saat ikhtiar untuk menjalankan sunnah Rasul, melengkapi Dien, saya kadang sampai menangis sendiri, kadang sampai menyalahkan diri sendiri, dan akhirnya juga sampai tahap benar-benar pasrah … Yang namanya dana keluar untuk ini dan itu, untuk ngumpul silaturrahmi kemana-mana dengan keyakinan kali aja di acara itu ketemu jodoh hehe. Keluar dana untuk perawatan diri dan lain-lain, pokoknya banyak deh …hehe…

Sekarang, untuk buah hati yang belum kami dapatkan dariNya? Harus bagaimana? Yaa, kami akan ikhtiar semampu yang kami bisa, dan dengan total usaha… Tapiii,kadang muncul rasa malu … ya, malu rasanya sama Allah SWT, sudah diberikan suami yang baik yang penuh cinta, dikabulkan doa saya, terus, sekarang haruskah saya seakan mengejar lagi terkabulkan doa akan buah hati? Jawabannya, saya tahu, … Ya, harus begitu,  karena Allah SWT sangat mencintai hambaNya yang terus berdoa dan berusaha. Tapi kadang malu rasanya….

Malu rasanya, selalu meminta…sedangkan amalan ibadah rasanya masih jauh dari sempurna …

Malu rasanya, selalu meminta…sedangkan tiada mampu menghindari dosa …

Malu rasanya, apakah sudah pantas menjadi ibu dan tauladan untuk seorang anak yang shaleh dan shalehah? Karena memang doa kami yang pasti adalah diberikan keturunan yang sehat,shaleh,shalehah…yang terbaik dariNya …

Sudah mampukah saya menjadi seorang ibu yang menjadi tauladan bagi buah hati di setiap detik waktu ???

 

Kekuatan Istikharah dan Tawaqqal


Kekuatan istikharah sangat saya rasakan selama satu setengah tahun menjalani rumah tangga. Ya, hal apapun yang kami lalui, apapun itu selama tetap menjaga kedekatan denganNya, selalu kami diterima dengan tawaqqal dan tenang, karena yakin,semua adalah petunjukNya.

Namanya dua pribadi yang disatukan dalam rumah tangga dalam status suami istri, tentunya akan ada perbedaan yang kami temui di diri masing-masing. Kadang ihhh gemes…hehe…Kadang juga suami saya gemess…apalagi dengan saya yang typenya agak-agak kurang rapi eh tidak rapi dan cenderung gak teratur…hahah…Beda banget dengan suami yang rapi, semua teratur tersturuktur,sama dengan bidang keahliannya terlebih lagi sudah hidup 5 tahun di Jepang.Hehhe…begitulah warna warni kami, yang semuanya itu selalu terasa indah…karena kami bersatu karenaNya …

 

 

 

Ultah Masehi penuh makna :)


Semoga selalu dalam lindungan dan petunjukNya, AAMIIN

Jika seorang ibu adalah Tauladan


Mendengarkan ceramah Aa Gym di Serambi Islami pagi ini, yang menyampaikan kurang lebihnya bahwa seorang perempuan yang hamil dan kemudian melahirkan bukanlah hal yang paling istimewa atau perlu dibanggakan atau paling utama tapi itu adalah sudah menjadi takdir. Yang menjadi hal paling utama dan istimewa adalah justru bagaimana seorang perempuan seorang ibu, bisa menjadi tauladan buat anaknya,bisa menjadi madrasah utama buat anaknya, menjadi pintu syurga buat anaknya.

Ya Allah,  begitu tersentuhnya hamba, dan kemudian dilanjutkan lagi dengan tarbiyah di Khasanah TV acara Keluarga Sakinah yang membahas bagaimana seorang ibu rumah tangga itu harus selalu mengisi waktunya dengan belajar Islam…

Ya Allah, jika kemarin-kemarin saya sangat ingin disegerakan untuk hamil dan punya anak, kenapa tiba-tiba pagi ini saya mempertanyakan ke diri saya sendiri…

Sudah siap untuk menjadi ibu bagi anak-anak?

Sudah siap untuk menjadi tauladan buat anak-anakku?

Sudah siap untuk menjadi jalan syurga untuk anak-anakku yang lahir suci tanpa dosa?

 

Cindera Mata


Bukan dari berapa nilainya tapi betapa bernilai nya pertemanan dan kerjasama yang telah terjalin

image

image

image

image

Cindera

Mata kami di Fukuoka dan cindera Mata yang kami terima

Shalat Dhuha


Entah, setiap sudah melaksanakan shalat Dhuha 8 rakaat, apalagi 12 rakaat, di hati ini merasa saya sudah membantu suami untuk mencari tambahan penghasilan.

Ya, Alhamdulillah suami, diberikan rejeki sehat dan pekerjaan dari Allah SWT. Itu amanah yang amat kami syukuri. Saya sebagai istri lansgung memantapkan posisi untuk mendukung suami dari rumah. Mendukung suami, mendampinginya menjalankan amanah …

Mungkin suami tidak sempat menjalankan shalat Dhuha sampai 8 atau 12 rakaat, ya, saya harus bisa konsisten….

Bersama, kami meniti jalanNya …

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.