Spiritual


Lagi baca majalah ALIA, Edisi Januari 2009, hal 22 :

Tidak akan menyesal bagi orang yang beristikharah kepada Sang Pencipta dan bermusyawarah kepada makhluk-Nya yang beriman dan berhati-hati dalam menangani persoalan. Berikut do’a yang kita baca dalam shalat Istikharah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku minta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu, dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke Maha Kuasaan-Mu. Aku Mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha Agung, sesungguhnya engkau Maha Kuasa,sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (….disebutkan masalahnya/topiknya…….) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku di dunia atau di akhirat, takdirkanlah untukku, mudahkan-lah jalannya, kemudian berilah berkah.

Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkanlah persoalan tersebut dan jauhkanlah aku  daripadanya, takdirkanlah kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku”

AMIN …

Ya Rabb kami, janganlah Kau sesatkan hati kami sesudah Kau datangkan petunjuk atas kami dan karuniakanlah kepada kami kasih sayangMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi …

Salah satu resolusi saya di 2008 adalah merencanakan untuk Umroh.Ya, saya sangat merindukan untuk sujud di Ka’bah, mengunjungi makam Rasul, dan semua aktifitas Umroh di tanah suci. Saya begitu merindukanNya dan sangat ingin beribadah di Tanah Suci, Insya Allah, AMIN.
Salah satu harapan saya dengan Umroh adalah saya bisa mendapatkan hidayah melalui kemantapan hati berkerudung/berjilbab. Ya, dari dulu saya memang sangat ingin berkerudung, tapi ingin melaksanakannya dengan kemantapan hati atau dari hati. Sempat tersirat di hati ini, mungkin karena merasa kemantapan itu belum datang juga, yaitu mungkin saya akan berjilbab saat pulang dari tanah suci minimal Umroh atau setelah saya bersuami (berdo’a terus dapat suami saleh dan bertanggungjawab) dan suami saya meminta saya untuk berjilbab.
Sampai bulan Oktober 2008, saya sudah menyimpulkan kalau di 2008 saya belum waktunya untuk Umroh. Ya, apa boleh buat, kita bisa bermimpi dan berencana tapi Allah yang menentukan segalanya. Wallahualam…
Tapi bagai suatu keajaiban, Subhanallah, Sujud Syukurku padaNya, tanggal 16 November, saat menghadiri suatu acara di Graha 165, saat itu saya menangis dan menangis yang susah untuk berhenti. Saya sering menangis merindukanNya di Gedung itu, tapi entah hari itu, tangisan saya begitu berbeda, dan tiba-tiba ada bisikan dan suara hati saya, berjanji sama Allah, saya akan berjilbab…
Ya, suara hati dan janji itu sudah tertanam dan muncul di hati, dan bukan berarti dengan mudahnya saya langsung menjalankannya. Keraguan dan bisikan-bisikan yang lain tetap datang. Oleh karena itu sejak hari itu saya hanya cukup berkerudung biasa, dan teman-teman di kantor ada yang menjuluki Mbak Tutut :) . Selama dua minggu saya berbusana antara jilbab, kerudung , atau tidak. Dan selama 2 minggu itu hati saya masih ragu, masih berat, takut, dan lain-lain. Tapi selama itu pula setiap malam dan setiap hari, saya terus berdo’a dan meminta petunjuk kepada Allah, SWT, kalau memang waktu saya sudah datang, saya mohon diberikan kemantapan hati agar Jilbab/Kerudung yang sebenarnya bisa saya kenakan.
Alhamdulillah, seakan-akan saya mendapatkan jawaban dari do’a saya dan juga atas dukungan semua teman-teman terbaik yang saya temui selama dua minggu itu, akhirnya pada hari Kamis, 27 Nov 2008, saya mantap mengenakan jilbab. Entah, pagi-pagi saat akan berangkat ke kantor, tangan ini mengambil bergo dan mantap menutup kepala sebelum mengenakan kerudung segitiga yang selama ini sudah saya gunakan. Bismillahirrahmanirrahim….

Ya, saya merasa, walaupun belum waktunya untuk berangkat Umroh, tapi tahun ini saya telah mendapatkan yang lebih dariNya, lebih dari pengharapan saya.

Alhamdulillah….Terima Kasih Ya Allah, mohon tuntunanMu untuk hambamu yang sangat merindukanMu ini…AMIN…

Ya, itulah yang kurasakan beberapa hari ini, bahkan dalam dua minggu ini …
Suatu kebahagiaan dan keindahan khusus yang benar-benar baru kualami, dari sekian banyak keindahan dan kebahagiaan yang Allah SWT telah berikan dalam hidupku, Alhamdulillah ..

Setelah dua minggu dalam proses penilaian ke diri sendiri, apakah ini sudah merupakan suara hati dan kemantapan hati, akhirnya berjalan dengan sendirinya, dan dengan tekad yang bulat, hati yang bulat, Insya Allah, kuakan berjalan, berlari semakin mendekat padaNya, dengan semaksimal mungkin semakin menutup aurat dengan segala kendala dan tantangannya,…Allahu Akbar …

Ya, aku merasa,selama ini Allah telah menyayangiku, dan dengan rasa syukur padaNya, aku merasa Allah SWT semakin mencintaiku tetapi aku yang masih saja seakan berjalan pelan menjalan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, termasuk sampai usia 30 tahun belum juga memaki kerudung (jilbab). 

Astagfirullah Ya Allah, Maafkan hambamu .. ini … 

Walau bagaimanapn akhirnya  aku begitu bersyukur masih hidup sampai hari ini, sehingga niat yang sudah ada sejak masih kuliah, akhirnya bisa terlaksana. Alhamdulillah …

Semoga Allah SWT selalu mencintaiku dan membimbingku, dalam suatu proses hidup yang senantiasa istiqamah padaNya… AMIN…

Ternyata berbusana dengan kerudung dan jilbab itu,membuat hati ini terasa begitu indah dan bahagia …Subhanallah. Kebahagiaan yang dirasakan adalah rasa lega, seakan-akan sudah lulus dan akhirnya melalui berlapis-lapis belenggu-belenggu di hati, yang selama ini bermukin di hati ini. Begitu banyak belenggu : panas, tidak siap, ingan menjibabkan hati dulu,  belum dari hati, rambut rontok, butuh modal yang banyak utk biaya di penampilan (busana), akan mengganggu aktivitas kerja di kantor, nggak cocok dgn bentuk wajah, dll, dsb…

Ya, semoa belenggu yang begitu tebal di hati dan di diri ini, segera berakhir dan benar-benar bersih, serta terjaga dari belenggu-belenggu yang tidak mustahil utk muncul, Naudzubillah…

AMIN…

Apakah pernah merasakan kesepian yang amat sangat dari keluarga dan dari sahabat terdekat yang biasanya dijadikan sebagai wadah untuk curhat??? Ya, mungkin mereka sedang sibuk dengan urusan atau keluarga masing-masing?

-         Sadarkah, bahwa pada saat itulah, harus bersyukur, karena Allah sedang memanggil kita untuk full focus konsentrasi padaNya. Allah merindukan kita secara khusus, dimana pikiran kita sedang tidak terbagi ke saudara-saudara kita yang tersayang

Apakah pernah merasakan, kekhawatiran yang amat sangat karena setelah sekian lama sudah siap, tapi belum juga bertemu jodoh? Sampai sudah mendapat teguran secara sosial?

 -         Kalau memang kamu punya prinsip yang kuat dan selalu ikhtiar karenaNya dan tawaqqal padaNya khususnya untuk masalah jodoh, maka bersyukurlah, karena saat itu Allah sedang merindukanMu dan selalu ada disisimu sebagai Kekasihmu. Disaat itu, tentunya hatimu akan full konsentrasi padaNya. Maka pergunakanlah waktu itu sebaik-baiknya untuk lebih dekat padaNya dan untuk lebih berkomunikasi padaNya. Zero kan hatimu, dan dengarkan bisikan dari God Spot itu, Insya Allah petunjuk selalu ada dari sana, dariNya. Hanya Dia yang paling tahu, yang terbaik untukmu….Jadikan saat-saat tersebut sebagai saat atau tahap persiapan, jika sewaktu-waktu Allah mengirimkan kekasihmu di dunia, sebagai tahap untuk menjalankan tugas sosialmu di dunia, atau jadikan saat-saat tersebut sebagai persiapan untuk menghadapNya…Yakinlah!!! Akan indah, dan kamu akan temukan kebahagiaan yang tak dapat diukur!!! 

From SomeOne to SomeOne…

“ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq (65):2-3)

Pagi ini, saya mendapatkan kiriman dua buku dari arah yang tidak saya sangka sebelumnya. Hati saya berbisik, bahwa buku ini adalah kiriman dariNya, melalui seorang hambaNya yang telah mendapatkan karunia akan ilmuNya. Insya Allah, saya akan membaca dan mempelajari buku ini, dan semoga menjadi salah satu hidayah dan jalan dariNya dalam perjalananku menujuNya…AMIN..

Selamat Datang …1 Muharram 1429 H

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi, AMIN 

Kutip dari web bulan islam

dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram. 
Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:

“Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan.” 

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.

Ya Allah, Engkaulahyang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agong dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaM perlindungan daripada syaitan yang direjam, dari sekalan kuncunya, tenteranya dan penolongnya. aku juga memohon perlindungan daripada nafsu amarah yang sentiasa mendoong ke arah kejahatan danmelalaikan dengan perkara yang tidak berfaedah daripada mendekatkan diriku kepadaMu.

Selawat serta salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan paa sahabat. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam….Amin…

Waktu membacanya:
Doa ini dibaca 3 kali setelah masuk waktu maghrib pada malam 1 Muharram,  Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkaa syaitan, “Telah amanlah anak Adam daripada godaanku pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua malaikat untuk memeliharanya dari fitnah syaitan.”
     

Halaman Berikutnya »