2006-now Jakarta


Salah satu resolusi saya di 2008 adalah merencanakan untuk Umroh.Ya, saya sangat merindukan untuk sujud di Ka’bah, mengunjungi makam Rasul, dan semua aktifitas Umroh di tanah suci. Saya begitu merindukanNya dan sangat ingin beribadah di Tanah Suci, Insya Allah, AMIN.
Salah satu harapan saya dengan Umroh adalah saya bisa mendapatkan hidayah melalui kemantapan hati berkerudung/berjilbab. Ya, dari dulu saya memang sangat ingin berkerudung, tapi ingin melaksanakannya dengan kemantapan hati atau dari hati. Sempat tersirat di hati ini, mungkin karena merasa kemantapan itu belum datang juga, yaitu mungkin saya akan berjilbab saat pulang dari tanah suci minimal Umroh atau setelah saya bersuami (berdo’a terus dapat suami saleh dan bertanggungjawab) dan suami saya meminta saya untuk berjilbab.
Sampai bulan Oktober 2008, saya sudah menyimpulkan kalau di 2008 saya belum waktunya untuk Umroh. Ya, apa boleh buat, kita bisa bermimpi dan berencana tapi Allah yang menentukan segalanya. Wallahualam…
Tapi bagai suatu keajaiban, Subhanallah, Sujud Syukurku padaNya, tanggal 16 November, saat menghadiri suatu acara di Graha 165, saat itu saya menangis dan menangis yang susah untuk berhenti. Saya sering menangis merindukanNya di Gedung itu, tapi entah hari itu, tangisan saya begitu berbeda, dan tiba-tiba ada bisikan dan suara hati saya, berjanji sama Allah, saya akan berjilbab…
Ya, suara hati dan janji itu sudah tertanam dan muncul di hati, dan bukan berarti dengan mudahnya saya langsung menjalankannya. Keraguan dan bisikan-bisikan yang lain tetap datang. Oleh karena itu sejak hari itu saya hanya cukup berkerudung biasa, dan teman-teman di kantor ada yang menjuluki Mbak Tutut :) . Selama dua minggu saya berbusana antara jilbab, kerudung , atau tidak. Dan selama 2 minggu itu hati saya masih ragu, masih berat, takut, dan lain-lain. Tapi selama itu pula setiap malam dan setiap hari, saya terus berdo’a dan meminta petunjuk kepada Allah, SWT, kalau memang waktu saya sudah datang, saya mohon diberikan kemantapan hati agar Jilbab/Kerudung yang sebenarnya bisa saya kenakan.
Alhamdulillah, seakan-akan saya mendapatkan jawaban dari do’a saya dan juga atas dukungan semua teman-teman terbaik yang saya temui selama dua minggu itu, akhirnya pada hari Kamis, 27 Nov 2008, saya mantap mengenakan jilbab. Entah, pagi-pagi saat akan berangkat ke kantor, tangan ini mengambil bergo dan mantap menutup kepala sebelum mengenakan kerudung segitiga yang selama ini sudah saya gunakan. Bismillahirrahmanirrahim….

Ya, saya merasa, walaupun belum waktunya untuk berangkat Umroh, tapi tahun ini saya telah mendapatkan yang lebih dariNya, lebih dari pengharapan saya.

Alhamdulillah….Terima Kasih Ya Allah, mohon tuntunanMu untuk hambamu yang sangat merindukanMu ini…AMIN…

Tidak terasa, hari ini sudah hari ke-22 Ramadhan dan Alhamdulillah beberapa target-target kegiatan ibadah sudah dijalankan, walaupun masih jauh dari maksimal. Ya, setidaknya, puasa dan taraweh berjalan dengan baik, dan tadarrus juga jalan tapi belum full. Mengenai buka puasa bersama, juga Alhamdulillah sudah terwujud dimana bisa lebih mempererat silaturrahmi lagi di Bulan Ramadhan ini. Acara buka puasa bersama yang berkesan, kalau bisa dikatakan semuanya, apalagi saat Buka Puasa bersama di Graha 165 bersama alumni ESQ saat menghadiri Training Eksekutif Ang-74 dan acara Renungan Alumni di Gedung yang sama. Hmmm, sayang ya, aku lupa bawa kamera, padahal aku suka banget dengan gedung kami itu di Graha 165 (hehe..maksud gedung kami, karena gedung itu memang sebagian milik alumni melalui lembaran saham yang dibeli untuk mempercepat pembangunannya).

Acara Buka Bersama yang juga seru saat di American Grill, Sabang bersama-sama dengan teman-teman ISO 3 MA,  dan juga saat bersama-sama dengan teman-teman Alumni SMANSA Makassar di RM. Pelangi Jl Wahid Hasyim. Khusus untuk acara buka puasa bersama dengan teman-teman alumni Smansa ini, ada kenangannya melalui foto karena Mia ingat utk bawa kamera :)

Inilah kami, rombongan passompa’ Smansa : 

Khusus untuk alumni dengan teman-teman alumni smansa ini, syukur banget karena tetap ramai, ribut, dan ketawa trus :) , walaupun Bhabe, Tompel, dan Hendi yang sdh fix konfirm sejak sabtu siang, tidak jadi datang plus info di milis tidak jelas alias konfirmasinya terlambat terupload ke milis :( . Sedangkan yang datang: Me (96′), Mia(96′), Aco (96′), Jannah&fam (96′), Hasbi (95′), Miftah (93), Hasrina(96′)&Mul(92′), Asturi&Partner (96′), Yasmin (98′),Nirwana(98′), Resha (98′), and Akbar (95′) &Fam. Ya, smoga bisa acara Silaturrahmi lagi setelah lebaran dan jauh lebih lengkap and ramai tentunya…

Setelah  antri di Imigrasi Hongkong, kami lalu berangkat dengan Ferri menuju Macau. Waaahhh…tahu nggak sih, adaptasi pertama yang harus kulalui adalah, angkat dan dorong koper di tangan kiri dan tas di tangan kanan, serta ransel di belakang,  dari bis ke terminal, lalu ke atas Ferri, dan akan seterusnya demikian sepertinya…hehehe…Bedanya dengan ibu-ibu yang lain yang bersuami, mereka dapet tas yang kecil, karena koper gede, ya dibawa para suami donk. Ya, sempat sih aku cari, kali’ aja ada suami-suami mereka yang gak bawa koper untuk aku minta tolong bawain koperku :P , tapi sia-sia…semuanya sayang istri…hahaha. Diatas Ferri, kami lalu mencari tempat duduk masing-masing, dan tentu saja saya akan mencari teman-teman jomblo…masa’ harus duduk diapit oleh yang lagi bulan madu…:)

 

 

 

Ternyata perjalanan di atas Ferri pun sudah mulai seru. Kami mulai mencari sudut-sudut ruangan untuk foto alias potret. Akhirnya foto melalui jendela pun pokoke klik aja semua, kan roll film tidak terbatas. Setelah lelah mengelilingi Ferry, kami pun akhirnya mencari persinggahan tempat duduk. Tapi karena namanya masih semangat, kami bukannya istirahat, malah kami sibuk motret para rombongan lain yang sudah terlelap tidur dengan pasangannya masing-masing (wah, kalau aturan undang-undangnya, bisa ketangkap nih J). Setelah itu, capek juga sih plus ombak mulai terasa banget, agak-agak terombang-ambing,  akhirnya kita benar-benar duduk lah, tapi tidak utk berdiam diri, justru kita kembali lihat foto-foto yang sudah diliput seharian, ehhh, pas lagi sibuk lihat fotooo,  yg lain pun sibuk motret kami… Ampuuuun deh, aku tambah yakin aja, gimana gilanya perjalanan 4 hari kedepan…hehe…(makin penasaran).

Tiba-tiba kami mendengar suara kayak pengumuman dengan bahasa seperti di film-film China…Oalah, ternyata kami sudah tiba di Macau dan dipersilahkan turun. Tapi kalau ditanya tadi mikrofon ngomong apa, ya, aku gak bisa ulang. Kita Cuma artikan saja pesannya, karena Ferry sudah mendarat dan orang-orang pada ambil tas untuk turun J. Ya, kami pun turun, dan tetap saja katro’ alias foto-foto, sampai harus antri lagi di Imigrasi Macau.

Di Macau, kami sudah dijemput oleh lokal guide yang fasih bahasa Jawa J. Setelah itu sedikit berkeliling kota Macau menuju resto untuk makan malam.

Dalam perjalanan menuju resto, kami diberikan penjelasan bahwa sumber pendapatan utama kota Macau adalah dari Casino dengan beban pajak 40%…ck..ck…ck…Beban pajak 40% aja, mereka bisa hidup wah seperti yang kami lihat, dan kotanya bisa keren seperti ini, bagaimana besarnya penghasilan dari Casino ya? Apalagi profitnya?    Ya terserah lah, aku gak paham judi atau casino, yang penting aku mau nikmati perjalanan gratis ini J, sebagai tanda syukur padaNya, Alhamdulillah….

Setelah makan, kami menuju Rio Casino Hotel yang letaknya ya di pusat kota juga, untuk Check In. Pokoknya semua hotel pasti dilengkapi dengan Casino. Setelah mandi dan dandan tentunya, kami lalu kumpul di lobby, dan siap untuk jalan-jalan. Ampun deh, baru di parkiran hotel, foto2 alias pemotretan sudah mulai mewabah. Kalau bis hotel waktu di Jakarta, jangankan motret, lihat pun kami lupa, maka di Macau ini, Bis yang parkir pun dijadikan latar. Jalan –jalan pun dijadikan latar, apalagi gedung-gedung. Bahkan polisi-polisi di jalan pun diajak foto bareng, katanya gak ada di Indonesia…hehe…Kalau ada latar yang bagus, atau gedung dengan lampu-lampu yang unik dan megah, para photografer yang tiga orang dari kami (M, J, dan Mg), pasti singgah utk set, asa berapa? Cahanya bagaimana? Dll lah…pusing amat, yang penting kalau mereka sudah dapat konfigurasi or setting yang pas, kami sudah siap utk dipotret, yang biar cepat atau efesiensi waktu…hahaha… Tidak jarang, tripod juga terpasang dengan baik, karena mereka-mereka photographer itu kan juga manusia, mau di foto juga donk…hehehe….

Biar lebih seru lagi, pengambilan foto-foto atau gambar, kita buat penuh makna tentunya. Misalnya kami yang lagi manggil taxi di China, kami yang lagi nyebrang jalan di China, atau pun kami yang lagi pemotretan di China….dan lain-lain lah pokoknya ada kata di China or luar negeri…. Amppuuuunnn dehh… Katro’ banget ya… Lama-lama kami harus ajak tukul nih, biar katro’ alias ndesonya makin afdol, hehe…

Morning call jam 03.00 sepertinya membangunkan kami semua yang tengah tidur dengan lelapnya di Hotel Sheraton Bandara Jakarta. Dan sepertinya juga, kami semua secara bersamaan langsung bersiap-siap untuk ke Bandara, tepat jam 04.00 sebagaimana yang telah dijelaskan oleh pihak Panorama Travel saat briefing sehari sebelumnya. Ya, sejak hari minggu siang kami sudah check in di hotel ini, untuk mengikuti acara resmi bersama-sama dengan para direksi dan management.

Tepat jam 04.15, kami meninggalkan Hotel, menuju Bandara, dan saat menunggu pihak travel mengurus segalanya (passport, check in, dll), kami pun melaksanakan shalat shubuh. Setelah itu, tepat jam 06.00, pesawat boarding, dan tepat jam 06.30, China Airline yang membawa kami, rombongan LPP AG 2007 di 2008, take off menuju Bandara Internasional Hongkong.

Saat di pesawat, perasaan jealous ama teman2 yang berangkat dengan pasangannya, mulai terasa mewabah…hehe…Mereka-mereka dengan mesranya mengawali perjalanan bulan madu kedua/ketiga,dll. Wah…hehehe…good luck deh…Dan saat itu juga saya mulai melirik teman-teman yang sesama jomblo, apakah mereka bisa diajak utk kompak…hehe…

Kami yang jomblo ada 7 orang, dan ada 3 yang kemana-mana membawa kamera gede…hehe…ini dia, sepertinya, perjalanan tidak akan garing dengan pemandangan mereka-mereka yang bulan madu kedua :P .  Setidaknya, hobby ku utk motret, apalagi di potret, bisa sedikit diasah selama liburan beberapa hari kedepan, ke beberapa tempat.

Oh ya, ada yang harus dijelaskan dari awal, kalau jomblo disini, maksudnya jomblo belum menikah (kalo dah nikah, pasti mereka bawa pasangannya soale hadiah ini kan utk kita2 dan pasangan resmi :) …). Tapi kalo jomblo pacar, ttm, gebetan, dll….susah utk ditebak, karena ada yang rada cool aja disana, ada yang sesekali sms, bahkan ada yang hampir setiap hari beli pulsa alias beli nomor baru di masing2 daerah yang kita masuki melalui imigrasi…hehe…makan tuh pulsa…biar gak beli oleh2, yang penting update trussss ama ‘die’  :). Hmm kok aku jadi sewot gini ya…:D

Kurang lebih jam 12.00 waktu setempat, kami tiba di Hongkong, dan bagi mereka-mereka yang udik+katro’, termasuk aku, tentu saja gak lupa foto-foto di setiap sudut bandara dan kota :P.  Setelah itu, kami  makan siang, dan langsung menuju pelabuhan eh dermaga atau apalah utk berpindah dari Bis Hongkong ke Kapal Ferri, menuju Macau. Waahhh penasaran, karena jalan2 di kota Hongkong, jadwalnya hari terakhir, karena kami sudah ditunggu di Macau, yang katanya kotanya unik (ala Eropa) dan pusat CASINO

Sakit…

Bukan hal pertama dalam hidupku

Tapi dirawat di rumah sakit…

Adalah hal pertama dalam hidupku

 

Bantuan Obat…

Bukan hal pertama dalam hidupku

Tapi bantuan Infus…

Adalah hal pertama dalam hidupku…

 

Bersyukur…

Adalah hal yang tidak akan henti kupanjatkan pada Allah SWT

 

Kubersyukur karena saat ini aku sudah bisa menulis lagi

Kubersyukur karena kondisiku sudah pulih kembali

Kubersyukur karena memiliki keluarga yang sangat perhatian

Kubersyukur karena memiliki tempat bekerja yang memfasilitasiku selama sakit

Kubersyukur karena memiliki para atasan dan kerabat yang perhatian

Kubersyukur karena dihandle oleh dokter yang professional

Kubersyukur karena telah dirawat full oleh suster-suster yang saaaangaaat baik

Kubersyukur dan besyukur, karena semua itu tentunya dikirim oleh Allah SWT padaku…

Kubersyukur karena hatiku selalu merasa dicintai oleh Allah SWT…

Kubersyukur karena hatiku tidak berhenti untuk merindukanNya…

 

Ya Allah…

Terima Kasih atas segalan karuniaMu…

Kutahu, aku baru saja menjalani ujian yang tidak ringan dariMu…

Tapi karena aku yakin Engkau selalu menemaniku…

Semua itu terasa lebih ringan Ya Allah…

Aku ikhlas dan pasrah menjalani segala ujianMu, Ya Allah…

 

Ya Allah…

Astagfirullah…

Mohon Ampun atas segala kesalahan dan dosaku…

Disengaja maupun tidak disengaja…

Terima Kasih aku masih diberi kesempatan…

Untuk melanjutkan hidup ini…

Untuk kembali beribadah, berjuang mengabdi padaMu…

AMIN…

 

Jakarta, 20 April 2008 (Dua hari setelah lima hari dirawat di rumah sakit)

 

 

 

 

 

Beberapa tahun yang lalu sampai bulan lalu…

Setiap diajak oleh teman-teman, bos, atau relasi untuk golf (driving atau put-put), selalu saya menghindar dan menjawab, takut bermain di bawah terik matahari dan kulit menjadi gelap sepert mereka-mereka para maniak golf…J. Disamping itu, saya juga pasti beralasan golf itu butuh biaya/cost yang tinggi, jadi tidak selevel lah dengan saya J

Bulan lalu…

Shany dan Annas (sahabat saya, di genk Smart AG), benar-benar serius ajak saya driving ke Rawasari. Dan sepertin sebelum-sebelumnya, setiap mendengar golf, driving, atau put-put….saya menjadi takut dan malas karena merasa olahraga itu terlalu jauh lah levelnya  untuk ditekuni plus saya juga menghindari berolahraga dibawah terik matahari.

Tiga Minggu yang Lalu

Shany dan Annas kembali mengajak untuk driving, karena katanya dia yakin saya bakalan suka. Hehe…sok tahu….walau akhirnya karena pas hari itu juga saya lagi agak boring dan dengan tujuan utama adalah ngumpul dengan genk SMART, saya pun memutuskan untuk  ikut ke De One Club Driving Rawasari dengan note bahwa saya tidak akan ikut main, cuma mau melihat-lihat suasana dan menyaksikan mereka driving  atau meramaikan saja. Setelah sampai disana dan melihat mereka beserta pengunjung atau yang sudah layak dianggap golfer sedang asyik driving, saya pun iseng saja pinjam stick/club Shany yang notabene adalah milik kantor J. 

Satu bola, dua bola, tiga bola……dan hmm..kok sepertinya asyik ya…Walaupun bola-bola itu kalau bukan lari kekiri, kekanan, nabrak besi, gak kena stick, dll. Tapi tekniknya dan melatih konsentrasi dan kesabarannya itu yang buat saya tertarik. Btw, saya tidak bisa bermain intens karena gak pakai sarung tangan, masih memakai pakaian dan sepatu kantor. Walau demikian, pukulan-pukulan tersebut telah menanamkan rasa penasaranku untuk mencoba lagi driving next time….J

Dua Minggu yang Lalu

Dengan persiapan yang lebih baik, yaitu pulang dulu  ke kos untuk mengenakan pakaian olahrga dan menyediakan budget untuk membeli sarung tangan, saya bersama teman-teman pun berangkat ke Club Driving Rawasari, yaitu tempat yang sama minggu lalunya. Untuk minggu ini, ada tambahan Genk SMART yang ikut yaitu Yuda. Yuda yang sudah pernah driving sebelumnya, betul-betul sengaja alokasikan waktu untuk bergabung walaupun dia harus berangkat dari kantor Cabang Tangerang sebagai tempat dia bertugas.  Tepat jam 20.00, kami tiba dan langsung menuju lantai 2. Kami pun memesan 250 bola untuk berempat. Kira-kira jam 8.30, sudah ada feeling saya untuk segera menambah bola karena jumlah bola sudah menipis, tapi karena lagi asyik mencari pukulan-pukulan yang benar, plus konsentrasi, akhirnya terlewatkan, sampai akhirnya jam 9.02, Annas yang memesan bola lagi. Tapi apa yang terjadi, ternyata kita sudah tidak bisa lagi order bola diatas jam 9.00 karena sudah closing L….. Wah…wah…yang namanya kesel dan sabar bercampur aduk menjadi satu J. Akhirnya kami pulang dengan rasa penasaran….L.   

Minggu lalu

Dari pengalaman-pengalaman minggu sebelumnya, akhirnya persiapan lebih dimatangkan lagi. Bahkan saya pun meminta pelatih yang kami bayar per jam per orang.  Hmmm…banyak banget pelajaran yang saya dapatkan dari latihan hari itu yang akan saya detailkan pada posting yang lain.

Intinya, saya sangat tertarik dengan golf ini karena selama driving saya merasa yang namanya konsentrasi dan kesabaran benar-benar terlatih. Belum lagi saat melakukan pukulan yang benar, atau saat bola itu terlempar dengan lurus, dalam jalur parabola, dan dengan jarak melampaui normal (pukulan terjauh saya dengan stick no 8 adalah di 80 m), ada kepuasan tersendiri dan semakin membuat penasaran untuk mengulangi lagi. 

Ya, demikianlah, nilai yang saya peroleh dari cerita diatas adalah saya harus berhati-hati dalam men’judge’ sesuatu. Persepsi adalah hal yang harus saya benar-benar perhatikan. Hal yang dulu saya anggap akan sia-sia atau tidak cocok untuk saya coba bahkan geluti, ternyata justru menjadi sumber inspirasi saya dalam bercerita di blog ini J, yang artinya, akhirnya merasuk ke dalam jiwa….J 

And tentu saja yang namanya resiko dan tantangan ke depan pasti akan ada berkaitan dengan tekad saya untuk mengagendakan driving dalam satu kali seminggu ini. Apakah itu? Ya, tentu saja, selama masih menggunakan stick kantor, mungkin lancer-lancer saja, tapi bagaimana nantinya? Apakah akan selalu mengandalkan milik kantor tersebut? J . Dan disaat, sudah penasaran untuk terjun bermain sebenarnya? J….budget and cost adalah hal yang harus diperhatikan :P . Mampukah? :) ..I Hope….Wallahualam….      

Halaman Berikutnya »