Salah satu resolusi saya di 2008 adalah merencanakan untuk Umroh.Ya, saya sangat merindukan untuk sujud di Ka’bah, mengunjungi makam Rasul, dan semua aktifitas Umroh di tanah suci. Saya begitu merindukanNya dan sangat ingin beribadah di Tanah Suci, Insya Allah, AMIN.
Salah satu harapan saya dengan Umroh adalah saya bisa mendapatkan hidayah melalui kemantapan hati berkerudung/berjilbab. Ya, dari dulu saya memang sangat ingin berkerudung, tapi ingin melaksanakannya dengan kemantapan hati atau dari hati. Sempat tersirat di hati ini, mungkin karena merasa kemantapan itu belum datang juga, yaitu mungkin saya akan berjilbab saat pulang dari tanah suci minimal Umroh atau setelah saya bersuami (berdo’a terus dapat suami saleh dan bertanggungjawab) dan suami saya meminta saya untuk berjilbab.
Sampai bulan Oktober 2008, saya sudah menyimpulkan kalau di 2008 saya belum waktunya untuk Umroh. Ya, apa boleh buat, kita bisa bermimpi dan berencana tapi Allah yang menentukan segalanya. Wallahualam…
Tapi bagai suatu keajaiban, Subhanallah, Sujud Syukurku padaNya, tanggal 16 November, saat menghadiri suatu acara di Graha 165, saat itu saya menangis dan menangis yang susah untuk berhenti. Saya sering menangis merindukanNya di Gedung itu, tapi entah hari itu, tangisan saya begitu berbeda, dan tiba-tiba ada bisikan dan suara hati saya, berjanji sama Allah, saya akan berjilbab…
Ya, suara hati dan janji itu sudah tertanam dan muncul di hati, dan bukan berarti dengan mudahnya saya langsung menjalankannya. Keraguan dan bisikan-bisikan yang lain tetap datang. Oleh karena itu sejak hari itu saya hanya cukup berkerudung biasa, dan teman-teman di kantor ada yang menjuluki Mbak Tutut
. Selama dua minggu saya berbusana antara jilbab, kerudung , atau tidak. Dan selama 2 minggu itu hati saya masih ragu, masih berat, takut, dan lain-lain. Tapi selama itu pula setiap malam dan setiap hari, saya terus berdo’a dan meminta petunjuk kepada Allah, SWT, kalau memang waktu saya sudah datang, saya mohon diberikan kemantapan hati agar Jilbab/Kerudung yang sebenarnya bisa saya kenakan.
Alhamdulillah, seakan-akan saya mendapatkan jawaban dari do’a saya dan juga atas dukungan semua teman-teman terbaik yang saya temui selama dua minggu itu, akhirnya pada hari Kamis, 27 Nov 2008, saya mantap mengenakan jilbab. Entah, pagi-pagi saat akan berangkat ke kantor, tangan ini mengambil bergo dan mantap menutup kepala sebelum mengenakan kerudung segitiga yang selama ini sudah saya gunakan. Bismillahirrahmanirrahim….
Ya, saya merasa, walaupun belum waktunya untuk berangkat Umroh, tapi tahun ini saya telah mendapatkan yang lebih dariNya, lebih dari pengharapan saya.
Alhamdulillah….Terima Kasih Ya Allah, mohon tuntunanMu untuk hambamu yang sangat merindukanMu ini…AMIN…













Setelah senam selesai, lanjut dengan duduk-duduk di bangku taman dibawah pohon, trus jalan dibatu-batu yang ada di tengah taman. Itu loh, batu-batu tajam, yang banyak diminati oleh para orang tua yang sering kesemutan atau terserang rheumatik. Tapi, itu bukan berarti batu-batu itu hanya untuk mereka kan? karena ternyata jalan diatas batu-batu itu enak lho … 












