Setelah antri di Imigrasi Hongkong, kami lalu berangkat dengan Ferri menuju Macau. Waaahhh…tahu nggak sih, adaptasi pertama yang harus kulalui adalah, angkat dan dorong koper di tangan kiri dan tas di tangan kanan, serta ransel di belakang, dari bis ke terminal, lalu ke atas Ferri, dan akan seterusnya demikian sepertinya…hehehe…Bedanya dengan ibu-ibu yang lain yang bersuami, mereka dapet tas yang kecil, karena koper gede, ya dibawa para suami donk. Ya, sempat sih aku cari, kali’ aja ada suami-suami mereka yang gak bawa koper untuk aku minta tolong bawain koperku
, tapi sia-sia…semuanya sayang istri…hahaha. Diatas Ferri, kami lalu mencari tempat duduk masing-masing, dan tentu saja saya akan mencari teman-teman jomblo…masa’ harus duduk diapit oleh yang lagi bulan madu…:)
Ternyata perjalanan di atas Ferri pun sudah mulai seru. Kami mulai mencari sudut-sudut ruangan untuk foto alias potret. Akhirnya foto melalui jendela pun pokoke klik aja semua, kan roll film tidak terbatas. Setelah lelah mengelilingi Ferry, kami pun akhirnya mencari persinggahan tempat duduk. Tapi karena namanya masih semangat, kami bukannya istirahat, malah kami sibuk motret para rombongan lain yang sudah terlelap tidur dengan pasangannya masing-masing (wah, kalau aturan undang-undangnya, bisa ketangkap nih J). Setelah itu, capek juga sih plus ombak mulai terasa banget, agak-agak terombang-ambing, akhirnya kita benar-benar duduk lah, tapi tidak utk berdiam diri, justru kita kembali lihat foto-foto yang sudah diliput seharian, ehhh, pas lagi sibuk lihat fotooo, yg lain pun sibuk motret kami… Ampuuuun deh, aku tambah yakin aja, gimana gilanya perjalanan 4 hari kedepan…hehe…(makin penasaran).
Tiba-tiba kami mendengar suara kayak pengumuman dengan bahasa seperti di film-film China…Oalah, ternyata kami sudah tiba di Macau dan dipersilahkan turun. Tapi kalau ditanya tadi mikrofon ngomong apa, ya, aku gak bisa ulang. Kita Cuma artikan saja pesannya, karena Ferry sudah mendarat dan orang-orang pada ambil tas untuk turun J. Ya, kami pun turun, dan tetap saja katro’ alias foto-foto, sampai harus antri lagi di Imigrasi Macau.
Di Macau, kami sudah dijemput oleh lokal guide yang fasih bahasa Jawa J. Setelah itu sedikit berkeliling kota Macau menuju resto untuk makan malam.
Dalam perjalanan menuju resto, kami diberikan penjelasan bahwa sumber pendapatan utama kota Macau adalah dari Casino dengan beban pajak 40%…ck..ck…ck…Beban pajak 40% aja, mereka bisa hidup wah seperti yang kami lihat, dan kotanya bisa keren seperti ini, bagaimana besarnya penghasilan dari Casino ya? Apalagi profitnya? Ya terserah lah, aku gak paham judi atau casino, yang penting aku mau nikmati perjalanan gratis ini J, sebagai tanda syukur padaNya, Alhamdulillah….
Setelah makan, kami menuju Rio Casino Hotel yang letaknya ya di pusat kota juga, untuk Check In. Pokoknya semua hotel pasti dilengkapi dengan Casino. Setelah mandi dan dandan tentunya, kami lalu kumpul di lobby, dan siap untuk jalan-jalan. Ampun deh, baru di parkiran hotel, foto2 alias pemotretan sudah mulai mewabah. Kalau bis hotel waktu di Jakarta, jangankan motret, lihat pun kami lupa, maka di Macau ini, Bis yang parkir pun dijadikan latar. Jalan –jalan pun dijadikan latar, apalagi gedung-gedung. Bahkan polisi-polisi di jalan pun diajak foto bareng, katanya gak ada di Indonesia…hehe…Kalau ada latar yang bagus, atau gedung dengan lampu-lampu yang unik dan megah, para photografer yang tiga orang dari kami (M, J, dan Mg), pasti
singgah utk set, asa berapa? Cahanya bagaimana? Dll lah…pusing amat, yang penting kalau mereka sudah dapat konfigurasi or setting yang pas, kami sudah siap utk dipotret, yang biar cepat atau efesiensi waktu…hahaha… Tidak jarang, tripod juga terpasang dengan baik, karena mereka-mereka photographer itu kan juga manusia, mau di foto juga donk…hehehe….
Biar lebih seru lagi, pengambilan foto-foto atau gambar, kita buat penuh makna tentunya.
Misalnya kami yang lagi manggil taxi di China, kami yang lagi nyebrang jalan di China, atau pun kami yang lagi pemotretan di China….dan lain-lain lah pokoknya ada kata di China or luar negeri…. Amppuuuunnn dehh… Katro’ banget ya… Lama-lama kami harus ajak tukul nih, biar katro’ alias ndesonya makin afdol, hehe…





Juni 28, 2008 at 1:08 am
wah bikin apa di macau? hebat sekali
terima kasih motivasinya yang ditulis di blog saya.
terima kasih juga sudah mengunjungi blog saya
Juni 29, 2008 at 10:01 pm
Iya, makasih kembali ya ..:)
Oh ya, tolong Mas Ruli diinspirasi+motivasi buat blog seperti blog Arul, soalnya tulisan beliau jg bagus-bagus …
-Salam 165-
September 5, 2008 at 7:15 am
Kalo mo cari yang gratisan kaya gigni dimana ya?,heheheeh
Kalo ada kasi tau yah mba’?