Entah mengapa, saya suka dengan makna dari puisi yang dibuat oleh Ibu Linda Ary Ginanjar utk suaminya pada saat suaminya Ulang Tahun ke-42. Puisi ini saya copy dari Majalah Nebula No-5/Thn III/April 2007 :

UNTUKMU SATRIAKU

Kuiringi kepergianmu dengan do’a dan keihklasan

Kuharap kehadiranmu kembali bersama kami

Meskipun sedikit cemas menyelimuti pikiranku

Karena kutahu beratnya tugas ini

Ku terus yakinkan diri…

Jika Allah tak mempertemukan kami kembali di dunia ini

Di akhirat-Nyalah kami pasti bertemu

 

Yaa Robb, aku bukan ahli surga-Mu

Dan aku tak pantas berada disana

Tapi izinkan aku untuk berkumpul

Dengan orang-orang yang kucinta

Izinkan aku menjadi bidadari bagi mereka

Selamat jalan satriaku

Selamat berjuang

Yakinlah bahwa setiap langkah yang tertapak

Setiap jengkal yang terjangkau tidak akan sia-sia

Karena Allah menunggu kehadiran sang mujadid

Di singgasana-Nya bersanding dengan kekasih-Nya

Kami menunggu saat pertemua tiba

Di mana tak ada lagi yang akan memisahkan kita

Selamanya……

(Linda Ary Ginanjar)