Dapat e-mail fwd-an dari teman, entah sumber awalnya dari mana, dan penulisnya siapa…?
…
—–Original Message—–
From: Rina …..[Rina.YUS...@M.com]
Sent: Monday, August 27, 2007 3:37 PM
Subject: FW: JANGAN MENIKAH KARENA… JANGAN MENIKAH KARENA…
1. Jangan menikah karena harta
Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. “Cinta” yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.
2. Jangan menikah karena perasaan asmara
Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji. Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.
3. Jangan menikah karena rupa saja
Kecantikan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.
Utamakanlah kecantikan yang di dalam.
4. Jangan menikah karena iba
Iba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan. Kasihan dapat habis,tapi kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah kasih, bukan kasihan
5. Jangan menikah untuk kepuasan sex saja
Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pemikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.
6. Jangan menikah karena paksaan keluarga
Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka, jangan dengan kekerasan.
7. Jangan menikah karena desakan usia
Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal tabrak dan sikat.” Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.
8. Jangan menikah untuk membalas jasa
Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.
Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang terpenting adalah
Jangan Menikah Tanpa Pengertian Dengan Tindakan Yang Nyata.
Menikahlah Menurut Pola Rencana Allah.
Daripada Salah Dan Mengundang Derita,
Jika tidak diteguhkan oleh Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia sepasang-sepasang. Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu !
Agustus 29, 2007 at 5:12 pm
Wah.. kyknya Nirma sebentar lagi ya…

Tapi Nir, memang ada benarnya apa yang di email oleh teman Nirma tadi. Namun jangan juga jadi pembenaran untuk melama-lamakan menikah
Teringat kata kakek saya dulu, menikahlah segera, karena menikah adalah kewajiban.
Sederhana… tapi mungkin seperti itu gambaran motivasi yang diberikan orang tua dulu.
Kesampingkan hambatan.. cari jembatan begitu kata pepatah Arab.
Ok Nir… aku doakan semoga pilihanNya yang terbaik buat kamu.
September 7, 2007 at 2:52 pm
AMIN…AMIN…
Andai punya 10000 teman yang mendo’akan seperti Abu Afifah
September 8, 2007 at 6:01 pm
amin, saya turut mendoakan semoga Nirma mendapatkan jodohnya sesegera mungkin.
saya yakin tidak ada manusia diatas dunia ini yang menolak mendoakan yang baik-baik untuk saudaranya.
setiap benih kebaikan yang ditebarkan pasti akan menumbuhkan seribu kebaikan juga..
sama seperti janji Tuhan kepada kita, ketika kita mendekatiNya dengan berjalan, maka Dia akan berlari menggapai hambaNya.
semoga adek tersayang ku ini mendapat jodoh yang secerdas Imam Ali As, sesabar Abu Bakar, setangguh Umar, dan setenang Utsman. Diatas semua itu, walau kita tak akan pernah mendapatinya, bisa mencontoh sepenuh hati sang Uswatun Hasanah, Rasulullah SAWW.
Juli 1, 2009 at 8:14 pm
AMIN Ya Robbal Alamin,
Terima Kasih Kak
September 19, 2007 at 2:23 pm
so…menikah karena??cinta?? susah banget ya untuk nikah…apa musti harus cari definisi cinta dulu???menurut gue menikahlah dengan berbekal pengertian dan samudra sabar, yang teriring dengan terjalinnya komunikasi…dan (lagi-lagi) cinta….
Juli 1, 2009 at 8:14 pm
hehe…siap Pak Fanino…:)
September 19, 2007 at 10:30 pm
beberapa orang menganggap pernikahan suatu yang sakral, beberapa menganggap hal yang sulit terwujud, beberapa menganggap hal yang harus disegerakan, dan anggapan-anggapan yang lain. akhirnya banyak pendapat, kontroversi, tulisan, bahkan seminar-seminar yang mengangkat masalah yang satu ini.
jadi saya berpendapat juga, meikah itu adalah jawaban dari hati dan jalan dari Allah.
so, kamu pasti bisa merasakannya Nir……
Juli 1, 2009 at 8:15 pm
Jan,bagus sekali definisimu ces …
Saya berharap menikah dengan melalui jalan itu Sister… AMIN…
Juli 11, 2009 at 9:03 am
[...] Says: September 19, 2007 at 10:30 pm ebeberapa orang menganggap pernikahan suatu yang sakral, beberapa menganggap hal yang sulit [...]