Beberapa tahun yang lalu sampai bulan lalu…

Setiap diajak oleh teman-teman, bos, atau relasi untuk golf (driving atau put-put), selalu saya menghindar dan menjawab, takut bermain di bawah terik matahari dan kulit menjadi gelap sepert mereka-mereka para maniak golf…J. Disamping itu, saya juga pasti beralasan golf itu butuh biaya/cost yang tinggi, jadi tidak selevel lah dengan saya J

Bulan lalu…

Shany dan Annas (sahabat saya, di genk Smart AG), benar-benar serius ajak saya driving ke Rawasari. Dan sepertin sebelum-sebelumnya, setiap mendengar golf, driving, atau put-put….saya menjadi takut dan malas karena merasa olahraga itu terlalu jauh lah levelnya  untuk ditekuni plus saya juga menghindari berolahraga dibawah terik matahari.

Tiga Minggu yang Lalu

Shany dan Annas kembali mengajak untuk driving, karena katanya dia yakin saya bakalan suka. Hehe…sok tahu….walau akhirnya karena pas hari itu juga saya lagi agak boring dan dengan tujuan utama adalah ngumpul dengan genk SMART, saya pun memutuskan untuk  ikut ke De One Club Driving Rawasari dengan note bahwa saya tidak akan ikut main, cuma mau melihat-lihat suasana dan menyaksikan mereka driving  atau meramaikan saja. Setelah sampai disana dan melihat mereka beserta pengunjung atau yang sudah layak dianggap golfer sedang asyik driving, saya pun iseng saja pinjam stick/club Shany yang notabene adalah milik kantor J. 

Satu bola, dua bola, tiga bola……dan hmm..kok sepertinya asyik ya…Walaupun bola-bola itu kalau bukan lari kekiri, kekanan, nabrak besi, gak kena stick, dll. Tapi tekniknya dan melatih konsentrasi dan kesabarannya itu yang buat saya tertarik. Btw, saya tidak bisa bermain intens karena gak pakai sarung tangan, masih memakai pakaian dan sepatu kantor. Walau demikian, pukulan-pukulan tersebut telah menanamkan rasa penasaranku untuk mencoba lagi driving next time….J

Dua Minggu yang Lalu

Dengan persiapan yang lebih baik, yaitu pulang dulu  ke kos untuk mengenakan pakaian olahrga dan menyediakan budget untuk membeli sarung tangan, saya bersama teman-teman pun berangkat ke Club Driving Rawasari, yaitu tempat yang sama minggu lalunya. Untuk minggu ini, ada tambahan Genk SMART yang ikut yaitu Yuda. Yuda yang sudah pernah driving sebelumnya, betul-betul sengaja alokasikan waktu untuk bergabung walaupun dia harus berangkat dari kantor Cabang Tangerang sebagai tempat dia bertugas.  Tepat jam 20.00, kami tiba dan langsung menuju lantai 2. Kami pun memesan 250 bola untuk berempat. Kira-kira jam 8.30, sudah ada feeling saya untuk segera menambah bola karena jumlah bola sudah menipis, tapi karena lagi asyik mencari pukulan-pukulan yang benar, plus konsentrasi, akhirnya terlewatkan, sampai akhirnya jam 9.02, Annas yang memesan bola lagi. Tapi apa yang terjadi, ternyata kita sudah tidak bisa lagi order bola diatas jam 9.00 karena sudah closing L….. Wah…wah…yang namanya kesel dan sabar bercampur aduk menjadi satu J. Akhirnya kami pulang dengan rasa penasaran….L.   

Minggu lalu

Dari pengalaman-pengalaman minggu sebelumnya, akhirnya persiapan lebih dimatangkan lagi. Bahkan saya pun meminta pelatih yang kami bayar per jam per orang.  Hmmm…banyak banget pelajaran yang saya dapatkan dari latihan hari itu yang akan saya detailkan pada posting yang lain.

Intinya, saya sangat tertarik dengan golf ini karena selama driving saya merasa yang namanya konsentrasi dan kesabaran benar-benar terlatih. Belum lagi saat melakukan pukulan yang benar, atau saat bola itu terlempar dengan lurus, dalam jalur parabola, dan dengan jarak melampaui normal (pukulan terjauh saya dengan stick no 8 adalah di 80 m), ada kepuasan tersendiri dan semakin membuat penasaran untuk mengulangi lagi. 

Ya, demikianlah, nilai yang saya peroleh dari cerita diatas adalah saya harus berhati-hati dalam men’judge’ sesuatu. Persepsi adalah hal yang harus saya benar-benar perhatikan. Hal yang dulu saya anggap akan sia-sia atau tidak cocok untuk saya coba bahkan geluti, ternyata justru menjadi sumber inspirasi saya dalam bercerita di blog ini J, yang artinya, akhirnya merasuk ke dalam jiwa….J 

And tentu saja yang namanya resiko dan tantangan ke depan pasti akan ada berkaitan dengan tekad saya untuk mengagendakan driving dalam satu kali seminggu ini. Apakah itu? Ya, tentu saja, selama masih menggunakan stick kantor, mungkin lancer-lancer saja, tapi bagaimana nantinya? Apakah akan selalu mengandalkan milik kantor tersebut? J . Dan disaat, sudah penasaran untuk terjun bermain sebenarnya? J….budget and cost adalah hal yang harus diperhatikan :P . Mampukah? :) ..I Hope….Wallahualam….