Mumpung suasana reuni kos….

Saya jadi ingat juga dengan teman-teman di kos Bogor waktu saya masih tingkat I atau istilah di IPB adalah masih di TPB IPB.  Karena utk mahasiswa TPB IPB, kuliahnya di Barangsiang, so, kite2 juga tentunya cari kos di seputaran Baranangsiang.                  

Akhirnya saya kos di Jl Gunung Gede 39, please clikc  ,  karena kebetulan sepupu saya Mbak Wiwik juga kos disana walaupun dia saat itu sedang di Jepang. Maklum, namanya anak ndeso alias anak daerah yang diantar sama Ibu tercinta,tentunya dia akan tenang kalo’ anaknya yang merantau kos di tempat yang ada sodara atau di rumah dosen.

He..he…he….

Benar juga para orang tua itu ya….Di kos yang letaknya di Jl Poros Raya Bogor-Jakarta ini, saya merasakan yang namanya Bapak Kos galaknya minta ampun…:). Pernah ada teman cowok yang kita itu sebenarnya mau kerja kelompok, tapi karena dia nyelonong masuk halaman tanpa bel atau permisi…langsung lah kena semprot…:). Belum lagi, jam 10.00 malam, pagar sudah dikunci…so…kalau kite akhirnya pulang diatas jam 10.00, yang terjadi adalah lompat pagar….:))…

Siapakah penghuni Gunung Gede No 39 ? Ada Indri, Endang, Kak WieWie, Kak Wiwik, Kak Fitri, Teh Santi, dll…(lupa ya??? :P )….Ini dia ada fotonya (Thn 1996), waktu itu kita foto di halaman, jalan masuk ke rumah induk …:

kangen juga nih sama para pasukan2 G Gede 39….

Dan…bagaimana G Gede 39 sekarang? Hisk..hisk…bener2 sudah tanpa jejak…karena tahun lalu saya ke Bogor…ternyata kos yang asri alias rumah Bapak Dosen IPB itu, ternyata sudah dijual dan sekarang sudah menjadi AAB atau Asuransi Garda OTO Bogor….Ya..memang sih, saya termasuk beruntung waktu itu, bisa dapat tempat kos di depan jalan raya, pas depan rumah walikota Bogor, samping Kent dan Internusa, deket Kebun Raya….dengaaaaannnn…harga yang murah lah…(karena kami disediakan makan pagi sampai malam lho….), dengan ikut makanannya Bapak dan Ibu Kos…Trus rumahnya besrsih dan asri, dll..lah…Semua itu karena mereka berdua hanya memiliki 2 orang anak yang sdh tdk tinggal dgn mereka krn sdh berkeluarga dan sedang bersekolah. So, mereka menerima anak kos bukan utk komersial tapi dianggap sebagai anak sendiri…termasuk bisa di semprot kalau bandel….:)…Hmm…sedih juga kalau teringat mereka karena mereka keduanya sudah meninggal. Semua mereka tenang disisiNya….AMIN….Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan2 mereka utk kami anak2 kosnya….Insya Allah…