Alhamdulillah, akhirnya buku yang kucari-cari ketemu juga. Sejak beberapa tahun yang lalu, saya mencari buku mengenai Khadijah istri Rasulullah, yang dikemas dalam bahasa yang mudah dicerna oleh saya sendiri :) .

….Sampai hari ini saya belum selesai membaca buku dengan judul Khadijah The True Love Story of Muhammad yang ditulis oleh Abdul Mun’im Muhammad ini, tapi ada beberapa point dari isinya  yang akan saya tulis kembali :

* Bahwa Khadijah mendapat pemeliharaan dan bimbingan langsung dari Allah sepanjang  hidupnya. Allah yg mengarahkan  Khadijah untuk menjadi teman hidup Rasulullah. Allah pula yang memunculkan tekad dihatinya untuk senantiasa membela, membangkitkan tekad, dan mengobarkan semangat suaminya. Allah yang menganugerahkan kepadanya akal yang cerdas dan akhlak yg mulia. Allah pula yang menjaganya dari segala cela, sehingga penduduk Mekkah menjulukinya dengan ‘wanita suci’. 

* Khadijah ditakdirkan utk mengelola sendiri urusan-urusan perdagangannya agar ia belajar utk bersabar dan bersikap tegas dalam mengambil keputusan. Pengalaman itu menjadikan Khadijah tdk pernah kehilangan semangat serta tdk pernah ragu mengorbankan harta dan jiwa raganya utk membela agama Islam. Ia tetap tegar dan imannya tidak pernah goyah.

* Dlm membantu Rasulullah, ada kalanya Khadijah menggunakan pikiran yang cerdik, tetapi ada kalanya ia mencurahkan kasih sayang seorang ibu atau cinta seorang istri. Dihadapinya semua tantangan dengan keberanian dan keteguhan hati. Tak pernah ia gentar maupun gusar. Ia selalu tenang dan sabar.

* Bimbingan Allah pulalah yg menjadikannya menolak setiap lamaran dari para Quraisy setelah untuk kedua kalinya menjanda, sebelum akhirnya ia menikah dgn Rasulullah. Allah yg memberinya petunjuk utk memilih Muhammad sebagai pengelola urusan dagangnya ke Syam, sampai kekagumannya kepada integritas moral dan kemuliaan akhlak Muhammad juga bagian dari takdir Allah yg terencana.

* Khadijah menikah dengan Muhammad pada usia 40 tahun. Kemudian melahirkan anak pertama mereka pada saat berumur 43 tahun (Lahirnya Qasim ibnu Muhammad), disusul oleh Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, dan Abdullah (pada saat usia Khadijah 56 tahun,……Subhanallah…)

* Pada akhirnya, kekuatan fisik dan kecantikan Khadijah semakin lama semakin pudar dimakan usia. Tetapi yg tdk pernah berubah dlm dirinya adalah: kekuatan spiritual dan kejernihan cinta. Ia selalu dan selamanya beriman kepada Allah serta meyakini kebenaran risalah suaminya. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah pada masa hidup Khadijah tidak pernah berpikir untuk menikah dengan perempuan lain atau menjadikan hamba sahaya wanita sebagai istri. Begitu berarti Khadijah bagi beliau hingga tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisinya. 

* Khadijah akhirnya wafat pada usia 65 tahun dan saat itu Rasulullah berusia 50 tahun. Selama 13 tahun berikutnya, baru rasulullah menikah dengan 5 wanita Quraisy, 4 wanita dari kabilah arab lain, serta seorang wanita dari bani Israel.

@@@ (…….hmm, ……mungkin banyak wanita di dunia ini berharap ada di posisi seperti Khadijah…yang disayang dan dibimbing langsung oleh Allah, serta mendapatkan lelaki shaleh dan teladan tanpa harus menjalani kehidupan poligami…..:)….AMIN….Wallahualam…)

@@@ (……hmm,….berharap berada di posisi atau minimal 50% seperti Khadijah? Tapi, kira2, sampai umur kita hari ini, berapa persen keteladanan Khadijah yang telah kita realisasikan dalam hidup? Bagaimana dengan keimanan kita kepadaNya dan  kecintaan kita kepada Rasulullah per hari ini? Pantaskah kita berharap pada hari ini? Mengapa kita selalu berharap, meminta, berkeinginan, dan berpendapat? Apakah memang sudah sudah setara dengan keimanan dan pengabdian kita kepadaNya? Astagfirullah…..)